your ads here

Dianggap Gagal Bertugas, Sejumlah Aktifis Gugat Kepala DBMTR Banten

July 21st, 2009 by daeng

demoSERANG | Ratusan aktifis yang tergabung dalam Forum Komunitas Aktifis Serang (FKAS) melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang (DBMTR) Banten, di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ciceri, Serang, tadi siang (21/7). Dalam aksi tersebut massa meminta Kepala Dinas DBMTR Banten, M Saleh, berhenti atau dicopot dari Jabatannya. Pasalnya, mereka menilai Soleh gagal menjalankan tugas.
Menurut demonstran, kegagalan Kepala Dinas DBMTR Banten terbukti dengan tidak adanya perubahan terhadap kondisi infrastruktur khususnya jalan di Banten. “Dia (Kepala Dinas DBMTR-red) gagal memimpin pembangunan infrastruktur jalan di Banten. Bahkan, selama memimpin di Banten ia kurang memiliki komitmen dan belum melakukan perubahan yang berarti. Malah terkesan pembangunan infrastruktur semakin bertambah parah dan tidak bisa terselesaikan,” ujar Rahmat, salah seorang pengunjuk rasa.
Demonstran menilai, sejumlah kasus kerusakan yang terjadi di beberapa wilayah Banten menjadi bukti ketidakmampuan Kepala DBMTR Banten dalam memimpin lembaganya. Sebut saja Jalan Picung-Munjul, Cikande-Citeras, ruas jalan di seputar Terminal Pakupatan Serang dibiarkan rusak parah selama bertahun-tahun. Padahal anggaran yang digelontorkan untuk beberapa ruas jalan tersebut sudah mencapai miliaran rupiah.
FKAS yang berasal dari kelompok mahasiswa Kumala PW Serang, GMNI Cabang Serang, Kumandang Banten dan BEM IAIN mempertanyakan komitmen dan tanggung jawab Kadis DBMTR selaku penanggungjawab pembangunan di Banten. Apalagi, Soleh juga memegang jabatan ganda sebagai Pjs Walikota Tangerang Selatan.
“Bagaimana jadinya jika penangungjawabnya sendiri memiliki jabatan ganda, sedangkan menjabat sebagai kepala dinas saja tidak sanggup menyelesaikan tugas dan amanah rakyat. Apalagi harus menyelesaikan persoalan yang rumit di daerah pemekaran yang masih baru,” ujar mereka dalam pernyataan sikapnya yang diterima KoranBanten.Com.
Karenanya FKAS meminta agar Saleh segera berhenti dari jabatanya karena dianggap gagal memimpin pembangunan infrastruktur/jalan di Banten. Para pengunjukrasa berjanji akan membawa kasus ini ke Kejaksaaan Tinggi Banten sesuai dengan data-data dan fakta yang ada.
Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, Kadis DBMTR Banten, selaku pihak yang dituding mahasiswa, tidak berhasil ditemui wartawan untuk diminta klarifikasinya.
Namun begitu, kepada pengunjukrasa, Sekretaris DPU Banten, Sutadi menjelaskan jika persoalan jabatan rangkap yang diemban bosnya itu merupakan hal biasa dan tidak perlu dirisaukan, sepanjang yang bersangkutan sanggup untuk melakukan tugasnya. “Ini kan amanah yang harus dijalankan. Siapapun saya kira harus siap melaksanakan tugas bila diminta,” ujarnya. (Rizal)

Leave a Reply

advertisement advertisement advertisement advertisement
Speedy