Wapres Minta Citra Positif Indonesia di Dunia Dipancarkan
July 22nd, 2010 by tabloidduta
Wakil Presiden (Wapres) Boediono meminta seluruh komponen hubungan masyarakat (humas) baik pemerintah maupun swasta ikut berperan memberikan citra positif bangsa Indonesia kepada dunia internasional.
“Dukung negara kita untuk bisa berkompetisi dengan bangsa lain,” kata Boediono dalam Pembukaan Konvensi Nasional Humas 2010 di Istana Wakil Presiden Jakarta, Rabu (21/7). Dalam acara tersebut turut hadir Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring dan Ketua Mahkamah Kostitusi Mahfud MD.
Menurut Boediono, citra bangsa di era globalisasi ini sangat penting karena berkaitan dengan persepsi dunia internasional. Boediono merasa prihatin banyak pemberitaan yang tidak cocok dengan realita yang ada di dalam negeri. “Bangsa-bangsa lain dengan realita postur di luar begitu tinggi seakan-akan kita di eclipse, tidak pas di hati,” ujarnya.
Hal ini akan berkaitan dengan bidang ekonomi. Misalnya, investor bijih besi, batu bara harus mengkaji dulu karena investasi itu punya risiko dan mengambil untungnya pada jangka panjang.
“Investor itu memilih (investasi) akhirnya pakai hati. Kalau persepsinya sudah tidak bagus, mereka tidak mau,” tuturnya.
Selain bidang ekonomi, persepsi bangsa itu juga berkaitan dengan bidang pariwisata. Boediono mencontohkan jika terkena travel warning dan travel advisory. Apalagi pariwisata ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan industri di daerah. “Padahal ada yang tidak lebih aman dari negara kita. Di Bali tidak lebih aman dibandingkan Kuala lumpur dan Bangkok,” ujar Boediono.
Dia melanjutkan dalam persaingan global saat ini Indonesia tidak bisa hanya diam. “Kita harus berlari dengan kecepatan yang sama dengan negara lain,” katanya. Salah satu cara untuk mengejar ketertinggalan adalah dengan menciptakan citra positif bangsa kita. “Bukan citra pemerintah ya. Nanti kalau citra pemerintah politik dalam negeri jadi kacau,” ujar Boediono yang disambut tawa hadirin.
Dia meminta hubungan masyarakat dengan jumlah 3.000 anggota membuat citra yang positif. Bukan menjual negara tapi menjual nama bangsa kita. Selain itu, Boediono juga perlu memperbaiki persepsi di dalam negeri. “Jadi saya kira garap dalam negeri. Masyarakat kita juga punya persepsi.”
(sumber: mediaindonesia.com)





